Sabtu, 28 Maret 2015

Perayaan Tahun Hidup Bakti di Paroki Tegalsari Belitang


Gema ajakan Bapa Suci agar Gereja menjadi pewarta kabar sukacita, agar para religius menjadi alarm bagi dunia yang tertidur, dan Gereja diharapkan untuk membangkitkan dunia yang terlelap disambut gembira oleh Paroki Para Rasul Kudus Tegal Sari yang dikomandoi Rm. Pius Pujowiyanto SCJ sebagai Pastor Paroki dan Rm. P. Sugiarno SCJ yang menjadi Pastor rekan


Acara yang menarik yang dikemas dengan ‘apik’ sehingga menarik antusiasme umat yang sebetulnya tengah disibukkan dengan masa ‘panen raya’ hasil pertanian. Menurut Rm. Pujo, saat-saat panen raya biasanya perhatian umat tersita pada panen mereka khususnya padi, dengan demikian kegiatan Parokial pun ditinggalkan untuk sementara. Namun acara kali ini terbukti sebaliknya, umat berusaha mengatur waktu sehingga baik panen raya maupun kegiatan ini bisa berjalan dengan baik.
Para SCJ yang 'beraksi'


Paroki Para Rasul Kudus mencoba menanggapi ajakan Bapa Suci Paus Fransiskus dengan merayakan Tahun Hidup bakti secara khusus yang digabungkan dengan merayakan Minggu Panggilan. Menurut Rm. Sugiarno SCJ sebagai ketua panitia, kegiatan Minggu Panggilan sengaja dimajukan pada Minggu ke 4 Prapaskah karena hari Sabtu libur nasional, sehingga anak-anak muda yang sekolah atau bekerja di luar paroki biasanya pulang, sehingga sasaran yang hendak dicapai yaitu kaum muda bisa maksimal tercapai.


Kegiatan yang dikemas dalam bentuk aksi panggilan ini diikuti oleh 9 terekat Suster (FCh, FSGM, HK, CB, KKS, OSU, SPM, ALMA, dan FMM), SCJ, Frater BHK, dan Frater Diosesan KAPAL. Aksi panggilan ini dilaksanakan pada hari Sabtu s/d Minggu, 21-22 Maret 2015. Para peserta dimintauntuk live in dan disebar dalam 5 Wilayah dan kemudian masih disebar laki dalam lingkungan-lingkungan. Di setiap wilayah mereka masih diminta untuk masuk dalam kelompok-kelompok umat, yaitu Sekolah Bina Iman, Remaka, OMK, dan Pendalaman Iman Umat. Tema umum yang ditawarkan adalah Surat Bapa Suci tentang tahun hidup bakti dan memperkenalkan Hidup Bakti pada seluruh lapisan umat.


Acara ditutup dengan Misa Bersama di Gereja Paroki dan dihadiri seluruh umat dari 5 wilayah. Sehingga Gereja Paroki tidak bisa menampung umat yang dengan antusias hadir.

foto-foto bisa Anda lihat di: Aksi Panggilan Tegalsari